Kerugian Akibat Software Bajakan Capai Rp 15 Triliun

Dari 12 sektor industri di Indonesia, total kerugian akibat pemalsuan barang atau bajakan ditaksir berkisar Rp 43 triliun. Industri software merupakan salah yang terbesar mengalami kerugian, diperkirakan berkisar Rp 15 triliun.

"Produk software bajakan menjadi salah satu produk yang banyak digunakan oleh konsumen Indonesia di sepanjang 2010, yakni 34,1%," kata Sekjen Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), Justisiari P. Kusumah, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, Kamis (16/2/2012).

Tingginya angka pembajakan software ini jelas bikin MIAP yang beranggotakan perusahaan seperti Microsoft dkk gerah. Apalagi, persentase pembajakan di Indonesia -- meski sempat turun -- kembali naik jadi 87%.

"Yang menjadi concern kami, pembajakan tidak hanya merugikan perusahaan software besar, tapi juga industri kecil. Karena dampaknya luas dan berakibat buruk bagi Indonesia," kata Sudimin Mina, Director Genunie Software Initiative Microsoft Indonesia.

Menurutnya, dengan tidak dilindunginya para pengembang software di Indonesia, bisa menyebabkan mereka lari mencari suaka ke negara lain yang bisa lebih memberikan jaminan atas bisnis software mereka.

"Contohnya saja Sehat Sutarja, dia memilih untuk jadi warga negara Amerika karena merasa hak cipta produknya dilindungi di sana. Dan sekarang dia jadi salah satu orang terkaya di dunia. Ini jelas kerugian buat Indonesia. Banyak yang bisa seperti dia namun jadi terhambat karena aksi pembajakan seperti ini," sesalnya.

sumber : detik

0 comments:

Post a Comment